INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGIES (ICT)
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)




Apa itu ICT ?
Teknologi informatika dan kominikasi (ICT) yaitu teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menyunting, mengolah dan mengirim informasi dalam berbagai bentuk.

Apakah Teknologi?
Teknologi yaitu pengetahuan yang digunakan untuk menciptakan perangkat (software/hardware) dengan metode saintifik untuk memenuhinya.

Manakah yang termasuk ICT ?
-          Komputer/laptop/tablet/notebook
-          Handphone
-          Kamera jadul/ kamera digital
-          Proyektor jadul/ proyektor digital
-          Perangkat/peranti lunak
-          Wifi/hotspot
-          Kalkulator
-          Alat peraga tubuh

5 ciri dasar aktifitas didalam ICT:
1.      Mengumpulkan informasi
2.      Menyimpan informasi
3.      Menyunting informasi
4.      Mengolah informasi
5.      Mengirim informasi







Mengapa menggunakan ICT ?
Hasil penelitian di US ; proses belajar mengajar yang dibantu alat peraga meningkat efesiensi 47% sedangkan dibantu ICT meningkat efisiensi 93%.

Karakteristik  media pembelajaran berbasis ICT
"Penelitian  De Porter mengungkapkan ; manusia dapat menyerap materi sebanyak 70% dari apa yang dikerjakan, 50% dari apa yang didengar dan dilihat sedangkan dari yang dilihat hanya 30% dan dari yang didengar hanya 20% dan dari yang dibaca hanya 10%.

Peran ICT di sekolah moderen
Peran ICT di sekolah yaitu sebagai :
1.     Konten dan kurikulum  → ICT sebagai sumber ilmu pengetahuan
2.     Proses belajar mengajar → ICT sebagai alat bantu mengajar
3.     Fasilitas dan sarana prasarana → ICT sebaai fasilitas pendidikan
4.     Sumber daya manusia → ICT sebagai standar kompetensi
5.     ADM lembaga pendidikan → ICT sebagai penunjang Administrasi
6.     Manajemen dan kebijakan lembaga pendidikan → ICT sebagai alat bantu manajemen sekolah

7.     Infrastruktur dan suprastruktur pendidikan → ICT sebagai infrastruktur pendidikan







Komentar

  1. hay yuliya.....
    wah ..
    postingannya bagus sekali...

    Hasil penelitian di US ; proses belajar mengajar yang dibantu alat peraga meningkat efesiensi 47% sedangkan dibantu ICT meningkat efisiensi 93%.....

    tapi bagaimana nih... dengan guru-guru yang di plosok-plosok... dalam artian jauh dari ICT... adakah ??? alternatif lain..untuk mengefisienkan proses belajar-mengajar ?? terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya Nia.
      Menurut saya, agar pembelajaran meningkatkan kemampuan belajar siswa dan alternatif jika di sekolah belum terdapat ICT, yaitu guru bisa menggunakan media berupa alat peraga. sehingga siswa mengerti benda konkritnya yang berhubungan dengan materi yang diajarkan. Kemudian, guru juga bisa menggunakan siaran radio, video tape ataupun CD pembelajaran yang telah dibuat oleh guru sebelumnya. Jadi, walaupun di sekolah tertentu belum ada teknologi informatika, guru bisa menggunakan media pembelajaran yang dibuat oleh guru sendiri seperti yang saya sebutkan sebelumnya.

      Hapus
  2. Hai lia, menurut lia sejak umur berapakah seorang anak diperkenalkan dengan ICT agar nantinya seorang anak itu tidak menjadi kecanduan, seperti banyak yang terjadi pada saat ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya anak pada zaman milenial seperti skrg ini, tanpa perlu kita kenalkan pun, mereka sudah mengenal sendiri apa itu ict dan gadget. Mungkin disini lah peran org tua dan guru untuk membatasi penggunaan ict dan gadget pada anak. Krna kalau ict digunakan untuk pmbelajaran saja, saya rasa tidak akan membuat anak kecanduan. Anak skrg kecanduan dgn gadget krna mereka menggunakan gadget untuk bermain game dan medsos. Kalau kita batasi fungsi dri gadget trsebut sebatas sbgai sumber belajar, diharapkan kecanduan trsebut tidak terjadi.

      Hapus
    2. Ya, saya sependapat dengan okta.
      Jika penggunaan ICT digunakan untuk kegiatan pembelajaran agar siswa tidak kecanduan.

      Dan mengenai umur anak dalam menggunakan ICT yaitu:
      Menurut Catherine dan Glenn de Padua, penulis Teaching Children Computer Literacy, banyak peneliti menyarankan usia 3 - 4 tahun sebagai usia terbaik untuk memulai pelajaran komputer pada anak. Di usia ini, anak sudah menguasai keterampilan hidup dasar, seperti berjalan dan berbicara. Karena itulah ia sudah siap mengeksplorasi komputer dan melakukan aktivitas coba-coba secara langsung. 
      Sedangkan menurut Penelitian oleh Haugland tahun 1992 menunjukkan bahwa anak usia 3-4 tahun yang telah menggunakan komputer untuk mendukung kegiatan belajarnya mempunyai tingkat perkembangan yang lebih besar dibandingkan dengan anak yang tidak mempunyai pengalaman dengan komputer. 
      Jadi, anak sebaiknya diperkenalkan penggunaan ICT sejak usia 3-4 tahun.
      Nah, konten-konten dalam aplikasipun harus disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Serta para orangtua dan guru juga harus ikut serta dalam mengawasi anak ketika belajar.

      Hapus
    3. Izin menambahkan, sepandapat dengan octa dan liya, idealnya sudah di paparkan liya tadi dari hasil penelitian usia yang disarankan minimal 3-4 tahun, namun yang terjadi saat ini tanpa kita perkenalkanpun anak-anak sudah tahu dan bisa menggunakan gadget yang merupakan salah satu bentuk ICT, bahayanya bukan saja anak menjadi kecanduan juga bisa merusak indera penglihatan dan lain sebagainya, agar anak tidak kecanduan, orangtua harus mampu mensiasati bagaiman mengurangi intensitas anak dalam menggunakan gedget, misalnya mengatur waktu kapan boleh menggunakan gadget dan berapa lama, mengatur kontens yang bisa di lihat anak, games edukatif misalnya, dan yang saya pribadi sering gunakan saat semua tidak bisa di terapkan, kita bisa mengalihkan perhatian anak pada hal yang lebih menarik lainnya, seperti bermain di luar rumah, bersepeda dan lain sebagainya.

      Hapus
    4. disini saya hanya ingin menambahkan sedikit bahwa pengenalan ICT ini terhadap anak tanpa kita kenalkan tanpa kita ajarkan mereka sudah bisa menguasai ICT tersebut akan tetapi bagaimana orang tuanya yang mampu membatasi taupun mengontrol mendampingi dalam pemakain ICT ini .

      Hapus
  3. Sebagian besar guru berpendapat bahwa ICT itu selalu power point yang notabenenya siswa akan jenuh melihatnya, menurut anda bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ict itu tidak hanya ppt bang, banyak sekali media berbasis ict yg bisa kita gunakan. Mgkin disini keterbatasan dari guru yg hanya menguasai ppt, shingga media yg dipakai hanyalah ppt. Setiap pembelajaran menggunakan ppt, yg menimbulkan efek jenuh kepada siswa.

      Hapus
    2. Terimaksih pertanyaannya bang najib.
      Saya sependapat dengan okta.
      Menurut saya ICT bukan hanya powerpoint. Yang disebut ICT artinya memiliki 5 kriteria dasar yaitu mengumpulkan informasi, menyimpan informasi, menyunting informasi, mengolah informasi dan mengirim informasi.
      Jadi untuk aplikasi media pembelajaran bukan hanya saja power point, tetapi bisa juga aplikasi camtasia ataupun multimedia yang lainnya.
      Hanya saja guru-guru belum mengenal banyak multimedia dalam pembelajaran.
      Walaupun guru hanya baru menguasai power point, guru bisa belajar lagi dalam pembuatan media power point yang lebih mendalam dan lebih menarik agar siswa tidak bosan belajar.
      Misalnya guru bisa menambah animasi ataupun musik dalam kegiatan pembelajaran.

      Hapus
    3. menurut saya ICT bukan hanya power poin saja banyak jenis media yang kita pakai seperti contohnyan berbentuk adobel flas, materi pelajaran SD bisa dibentuk dengan aplikasi game dan sebagina agar anak tidak bosan dengan satu media yang kita pakai.

      Hapus
    4. untuk menanggapi pertanyaan bg najib, didalam membuat media memang ada keterbatasan guru menguasainya dari pengoperasian bebrapa media, nah disini faktor kendalanya adalah salah satu nya guru hanya bisa menguasai media itu dengan menggunakan power poin, sebenarnya guru tidak masalah membuat menggunakan power poin tetapi diberikan variatif yang menunjang untuk tidak mononton dari media tersebut, dengan memberikan pembelajaran yang interaktif sesuai dengan fokus 5 kriteria dasar daam menggunakan ict yaitu mengumpulkan informasi, menyimpan informasi, menyunting, mengolah dan mengirim informasi.

      Hapus
  4. Ada gk dmpak negatif nya dari ICT ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teeimakasih atas pertanyaannya bang roni.
      Menurut saya semua media pasti ada kelebihan dan kekurangannya.
      Adapun dampak negatif dalam penggunaan ICT yaitu adanya ketergantungan dalam menggunakan ICT dan adanya penyimpangan informasi. Contoh : guru meminta siswa untuk mencari materi pelajaran hari ini, tetapi siswa mencari hal-hal yang bukan sesuai dengan materi.

      Hapus
    2. izin menambahkan ya, mungkin dampak negatif dari penggunaan ict yaitu adanya kecanduan siswa terhadap ict, serta jika tidak bisa mengontrol diri malah membuat ketergantungan yang mengakibatkat hilangnya kemampuan dasar seseorang,

      Hapus
  5. Bagaimana cara memilih ICT agar mudah dipahami?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih atas pertanyaannya kak.
      Menurut saya, Agar ICT mudah dipahami yaitu dengan memilih materi yang tepat dan cari materi yang dibutuhkan oleh siswa.

      Hapus
  6. Bagaimana cara kita menganggapi berita hoax di media sosial?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pertanyaannya mala.
      Menurut saya menanggapi media hoax di media sosial yaitu
      - jangan langsung percaya pada berita tersebut.
      - mencari dulu berita tersebut dari berbagai pihak yang relevan untuk meminta konfirmasi apakah berita tersebut benar atau tidak.
      - diskusi dengan para pakar.

      Hapus
  7. Apakah proses belajar menggunakan ICT sangat baik, berikan alasannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pertanyaannya indah.
      Menurut saya belajar menggunakan ICT sangat baik dilaksanakan. Karena menurut hasil penelitian di US : proses belajar mengajar yang dibantu alat peraga meningkat efisiensi 47% sedangkan jika dibantu ICT meningkat efisiensi 93%.
      Jadi, sebaiknya kita sebagai guru harus bisa menguasai ICT dan menerapkannya dalam pembelajaran.

      Hapus
  8. Apakah proses belajar menggunakan ICT sangat baik, berikan alasannya?

    BalasHapus
  9. Diatas ada disebutkan peran ict di sekolah modern. Lalu apakah ict hanya berperan di sekolah modern? Dan tidak berperan disekolah pelosok yg belum modern? Trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih atas pertanyaannya okta.
      Nah, arti modern disini yaitu perkembangan teknologi yang canggih tersebut sudah diterapkan oleh sekolah yang menggunakan TIK. Dimana setiap pengolahan data di sekolah sudah menggunakan berbasis ICT. Semua struktur sekolah sudah menyimpn data melalui komputer dan internet. Sehingga penyimpanannya lebih praktis dan aman.
      Sedangkan di sekolah yang belum modern yaitu sekolah tersebut dalam pengolahan data masih berbasis pembukuan dan penyimpanan data masih manual.
      Dan saya rasa sudah hampir setiap sekolah memiliki komputer yang bisa digunakan dalam pengolahan data sekolah dan membantu dalam manajemen sekolah.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  10. kak liya, izin bertanya. Apakah penggunaan ICT pada sekolah yang memiliki tingkat keinginan belajar yang tinggi dengan yang tidak mempunyai persamaan dan perbedaan???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih atas pertanyaannya sutrimo.
      Menurut saya tentu ada perbedaan. Karena jika sekolah yang warga sekolahnya berkeinginan untuk meningkatkan penggunaan ICT pasti pihak sekolah akan memberikan fasilitas-fasilitas yang memadai dalam proses KBM.
      Berbeda dengan yang tingkat keinginannya rendah, tentu pihak sekolah dan warga sekolah pun akan berdiam diri saja tanpa melakukan perkembangan yang maju. Perkembangan penggunaan ICT di sekolah tergantung dari individu itu sendiri (seperti guru, murid dan kepala sekolah) dan kelompok lingkungan sekolah (guru, murid dan kepala sekolah berkolaborasi dan berkontribusi dalam memajukan pembelajaran menggunakan ICT).

      Hapus
    2. Assalamualaikum,
      Izin menambahkan dari pemaparan liya, Ada persamaan yang jelas dalam Penggunaannya yang mana ICT di sini berperan sebagai salah satu alat yang mempermudah siswa dalam pembelajaran, dan perbedaan terletak pada rancangan ICT yang akan kita gunakan, di mana pada sekolah yang tingkat keinginan belajarnya sudah tinggi kita desaian Media ICT yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dan merangsang siswa untuk lebih kreatif dalam pembelajaran, sedangkan pada sekolah yang keinginan belajarnya masih rendah selain media ICT itu kita desain untuk meningkatkan pemahaman juga sangat perlu didesain untuk meningkatkan keinginan dan minat belajar dengan Media ICT yang menarik dan Interaktif.

      Hapus
    3. Terimaksih atas jawaban dan tanggapan kakak2. Nah ketika pada siswa yang memiliki keinginan belajar yang tinggi namun sarana dan prasarana tidak memadai, terus guru harus bekerja keras kembali??? Apa lah ada solusi lain?

      Hapus
    4. Jika sarana dan prasarana belum memadai dan belum disediakan oleh pihak sekolah. Bisa kepala sekolah ataupun guru mengajukan dana untuk perbaikan sekolah. Dan dana bos tiap sekolah kan sudah diberikan secara rutin. Walaupun dana bos belum ada, pihak sekolah bisa mengajukan dana komite melalui orangtua siswa. Dan dana sekolahpun harus digunakan secara optimal jika ada pihak yang melenceng, bisa diadukan kepihak berwajib.
      Karena dana-dana pemerintah diberikan untuk memajukan sekolah.
      Serta solusi lain, bisa dari siswa yang memiliki dana dan fasilitas ICT dibawa kesekolah untuk digunakan bersama.
      Solusi lainnya, guru bisa menggunakan media ICT berupa video ataupun CD pembelajaran

      Hapus
  11. Menurut liya, bagaimana sebaiknya sikap orangtua dalam mengawasi ICT yang jika dilihat dizaman sekarang sudah menjadi "candu" bagi si anak. Sementara candu tersebut bukanlah dalam hal positif (untuk belajar) tetapi unuk bermain game.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin menanggapi kak, salah satu cara agar anak tidak tercandu dalm ict dalm hal ini adalah game yaitu orang tua harus tegas, dimana anak diberikan batasan waktu atau hari ketika dia bermain game,contohnya sianak hanya boleh bermain game pda hari sabtu saja, dan orang tuanya harus konsisten dihari lain si anak tidak boleh bermain game, dan diawal ketika kita membuat perjanjian kepada anak kita harus memberikan alasan yang membuat mereka paham

      Hapus
    2. disini kita lihat anak yang kecanduan gadget, biasanya anak yang tidak bersosialisasi artinya di lebih sering menyendiri atau bermain dirumah saja, kkalau anak sudah kecanduan orang tua harus menampingi mereka dan juga mereka dibawa ketempat bermain anak untuk munumbuhkan sosial mereka sehingga nantinya mereka mampu bersosialisasi sendiri atau mencari teman sendiri sehingga mereka tidak lagi ingat untuk mencari gadget karena mereka sudah sibuk bermain dengan teman bermainnya.

      Hapus
    3. Saya sependapat dengan dengan pendapat merry dan ibu netri.
      Orangtua harus membatasi anaknya dalam penggunaan teknologi.
      Orangtua harus membuat waktu kapan anak belajar dan kapan anak bisa bermain game.
      Karena penggunaan teknologi apalagi game sangat baik untuk anak sebagai refresing. Dan orangtua juga harus memilih permainan yang sesuai dengan umur mereka, cari game yang bernilai edukasi.
      Dan ingatkan pula kepada anak bahwa ada efek jika penggunaan teknologi yang lama yaitu kesehatan yang terganggu.

      Hapus
  12. lia,
    menurut lia apakah kurikulum 13 di SMA ini efektif menerapkan ICT ini<
    sedangkan dalam k-13 ini mapel TIK di SMA dihilangkan?
    bagaimana peserta didik bisa berkembang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Efektif saja, karena sebenarnya seseorang bisa menguasai ICT jika langsung praktek. Belajar sambil melakukan

      Hapus
    2. Terimakasih atas pertanyaannya kak.
      Saya sependapat dengan bang hardi.
      Pembelajaran Tetap efektif kak.Walaupun pelajaran TIk sudah dihilangkan. Siswa bisa tetap mempelajari teknologi diluar. Dengan memberikan tugas berupa makalah yang harus diketik ataupun membuat media presentasi powerpoint. siswa sudah bisa belajar sendiri.
      Apalagi kebanyakan siswa sudah memiliki android dan laptop, siswa bisa belajar dengan saudara atau teman yang paham dalam menggunakan ICT.
      Siswa sekarang sudah pandai dalam penggunaan teknologi walaupun tidak diajarkan oleh guru bidang studi.

      Hapus
    3. Terimakasih lia jawabannya,
      Tapi bagaimana jika keadaannya seperti di daerah2 terpencil,
      Yang semuanya serba terbatas,
      Dan siswa pun belajar TIK hnya mengandalkan disekolah saja,

      Hapus
  13. Media ICT merupakan pembelajaran yang baik dan mudah untuk menunjang kebrhasilan siswa, lalu bagaimanakah dengan2 model - model pembelajaran, bukankah model pembelajaran itu sangat penting jika itu diterapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya iqbal.
      Menurut saya, Model-model pembelajaran yang lainnya juga menunjang keberhasilan siswa. Sebaiknya dalam penggunaan media ICT, guru bisa membuat materi pelajaran berdasarkan model pembelajaran berbasis masalah.
      ICT adalah suatu media, jadi bisa dikaitkan pada model-model pembelajaran yang ada.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  14. mw bertanya, jadi dsana dijelaskan bahwa peran ict salah satunya adalah dalam pengembangan kurikulum. mksudnya bagaiaman, tlong penjelasannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini