PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT


Pengembangan  desain pembelajaran berbasis ICT terdapat beberapa alasan, yaitu :
1.      Meningkatkaan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
2.      Memotivasi siswa untuk belajar .
3.      Membantu siswa belajar lebih banyak.
4.      Memvasilitasi cara berkomunikasi yang efektif antara guru dengan siswa.

Beberapa contoh media pembelajaran termasuk media tradisional (papan tulis, buku teks, handout, modul, lembar peraga, LKS, objek-objek nyata, slide OHP, pita video atau film, guru dll). Media masa (koran, majalah, radio, televisi, bioskop, dll), dan media pembelajaran baru berbasis ICT (komputer, CD, DVD, video interaktif, Internet, sistem multimedia, konferensi video dll).

Tingkat Kemampuan  siswa dalam pembelajaran  berbasis ICT, dapat dilihat berdasarkan tabel berikut.
Tabel 1
Tingkat Kemampuan Daya Ingat

Media
%
Audio
10
Verbal
20
Audio- Visual
50

Tabel 2
Tingkat Kemampuan menyimpan pesan berdasarkan Media
Media
< 3 hari
< 1 hari
Audio
70%
10%
Verbal
72%
20%
Audio- Visual
85%
65%

Multimedia adalah perpaduan harmonis antara berbagai media (teks, gambar, audio, video, animasi) secara sinergis untuk mencapai tujuan.

Prinsip pembelajaran dengan multimedia TIK:
1.      Prinsip multimedia
Orang belajar lebih mudah menggunakan teks dan gambar pada hanya menggunakan teks.
2.      Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika teks dan gambar yang terkait sandingkan secara berdekatan dibandingkan disandingkan berjauhan.
3.      Prinsip Kesinambungan Waktu
Belajar lebih baik ketika teks dan gambar yang terkait disajikan secara simultan dibandingkan disajikan secara bergantian atau setelahnya.
4.      Prinsip Koheren
Orang belajar lebih baik ketika teks, gambar, video dan animasi yang tidak terkait dan tidak relevan dengan konsep dan tidak disajikan.
5.      Prinsip Modalitas
Lebih baik ketika video dan animasi disertai narasi dibandingkan animasi yang disertai teks pada layar.
6.      Prinsip Redundansi
Lebih baik video dan animasi disertai narasi dibandingkan animasi yang disertai narasi dan teks pada suatu layar.
7.      Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik disusun komunikatif dibandingkan teks yang formal.
8.      Prinsip Interaktif
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat berinteraktif dengan sumber belajar.
9.      Prinsip Sinyal
Orang belajar lebih baik ketika teks diberi penekanan atau highlight.
10.  Prinsip Perbedaan Individual

Orang belajar lebih baik jika pendekatan media yang digunakan sesuai dengan gaya belajarnya.


Komentar

  1. Hai lia, postingan lia sangat menarik dan sangat bagus. Boleh sedikit bertanya ya lia
    Menurut lia dalam pembuatan multimedia pembelajaran apakah 10 prinsip ini sangat penting? Atau kah hanya beberapa prinsip saja yang harus diterapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih pertenyaannya merry.
      Nah, menurut saya 10 prinsip ini sangat penting untuk diterapkan dalam pembuatan media pembelajaran. Hanya saja jika ingin membuat multimedia yang simpel, lebih baik merry kondisikan prinsip mana yang lebih cocok untuk digunakan saat membuat media.
      Jadi, boleh dari 10 prinsip tersebut hanya beberapa saja yang menjadi acuan merry dalam membuat media.

      Hapus
    2. izin komentar ya teman...
      saya setuju dengan pendapat yuliya...
      semua prinsip sangat penting untuk diterapkan,,,
      tapi jika kita rasa beberapa prinsip saja sudah cukup dalam pembuatan media yang baik...ya mungkin kita cukup menggunakan beberapa saja,,, tidak harus semuanya.
      terima kasih

      Hapus
  2. Apakah backsound pada saat pemutaran slide tidak mengganggu channel yg ada?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaannya bg najib.
      Menurut saya, untuk seseorang yang memiliki gaya belajar audio tidak menggangu. asalkan suara backsoundnya tidak terlalu keras. Jika ingin menggunakan backsound pada pemutaran slide, lebih baik suara backsoundnya dikecilkan atau cari backsound yang enak didengar. Dan agar tidak terjadi pemborosan suara, lebih baik pilih salah satu saja. Menggunakan backsoud atau tidak sama sekali.

      Hapus
    2. kalau menurut saya terkadang backsound memang mengganggu jika suara backsound tersebut tidak mengenakkan didengar. mungkin jika ingin menggunakan backsound, gunakan yang suaranya pendek tidak terlalu panjang

      Hapus
    3. Izin menanggapi, menurut saya jika ingin menggunakan backsound dalam media pembelajaran, cukup dgn menggunakan instrumen musik yg tidak mengandung lirik. Sehingga saat guru berbicara, suara dari guru dan suara backsound tidak tumpang tindih. Trmksh.

      Hapus
    4. Izin menanggapi. menurut saya backsound dalam media pembelajaran ini bertujuan agar siswa yang sedang belajar menajdi relax dan santai serta bersemangat, sehingga jauh dari suasana belajar yang tegang dan mencekam apalagi membosankan. untuk pemilihan backsound ini sangat perlu diperhatikan agar tujuan adanya backsound ini tercapai. setuju dengan pendapat kk octa sebaiknya menggunakan instrumen musik dan volumenya pun tentu tidak terlalu keras. terima kasih.

      Hapus
  3. Bagaimana memfasilitasi anak bergaya belajar audio, visual dn kinestetik dalam satu multimedia??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih atas pertanyaannya necylia.
      Sebelum membuat multimedia, sebaiknya kita cari tahu dulu gaya belajar siswa di kelas.
      Jika sudah tau gaya belajarnya, kita cari tahu gaya belajar mana yang persentasenya masih kurang. Nah, baru kita buat multimedia sesuai dengan gaya belajar yang lebih rendah. Tetapi, tidak mengurangi konten-konten multimedia dengan gaya belajar yang persentasenya lebih tinggi.
      Buatlah multimedia yang secara kombinasi.

      Hapus
  4. Assalamualaikum kak liya
    menurut kak multimedia seperti apa yang sebaiknya kita gunakan di dalam kelas yang siswanya memiliki gaya belajar yang berbeda-beda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut pendapat saya multimedia apa yang kita gunakan tentu kita lihat dulu gaya belajar apa yang siswa kita miliki audio kah visual kah atau kinestetik kemudian baru kita buat mutimedia apa yang cocok untuk kelas tersebut.

      Hapus
    2. Terimaksih atas pertanyaannya anisa
      Nah, untuk gaya belajar yang berbeda-beda sebaiknya sebelum membuat multimedia, kita cari tahu dulu gaya belajar siswa di kelas.
      Jika sudah tau gaya belajarnya, kita cari tahu gaya belajar mana yang persentasenya masih kurang. Nah, baru kita buat multimedia sesuai dengan gaya belajar yang lebih rendah. Tetapi, tidak mengurangi konten-konten multimedia dengan gaya belajar yang persentasenya lebih tinggi.

      Dan untuk hasil yang maksimal, alangkah baiknya sebelum penentuan kelas, siswa di tes terlebih dahulu untuk menentukan gaya belajar mereka. Kemudian dikelompokkan sesuai gaya belajar mereka masing-masing.

      Hapus
    3. Ya, saya setuju dengan pendapat ibu netrina. kita harus tahu dulu gaya belajar yang siswa miliki baru kita buat multimedia yang tepat. Yaitu perentase gaya belajar yang lebih rendah itulah yang akan kita buat lebih dominan.
      terimakasih atas tanggapannya ibu.

      Hapus
    4. Izin menanggapi. selain mencari tahu persentase gaya belajar siswa dikelas, dalam membuat media juga harus mempertimbangkan prinsip-prinsip pengembangan multimedia, agar media yang digunakan dapat berjalan dengan baik dan optimal. terima kasih.

      Hapus
    5. Saya setuju dgn pendapat teman-teman,kalau menurut saya, kita lihat persentase atau berapa banyak yg memiliki kemampuan audio, visual, ataupun kinestetik di kelas, sehingga dalam membuat multimedia, kita juga harus mempertimbangkan persentase gaya mengajar kita

      Hapus
    6. kalau menurut saya, untuk mengetahui presentase siswa dengan kemampuan tipe belajar, kita bisa mengukur penilaiannya tersebut bedasarkan pertanyaan angket terlebih dahulu dan diakumulasikan dan dipersentase kan yang memiliki kemampuan tipe belajarnya, lalu kita bisa kembangkan sebuah media dengan tipe belajar nya berbeda2..

      Hapus
  5. mbak yulia.. menurut mbk yulia, membuat media pembelajaran yang memenuhi prinsip prinsip yang telah mbk sebutkan di atas itu apakah mudah? bagaimana triknya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya kak.
      10 prinsip tersebut dalam pembuatan media sebaiknya memang harus diperhatikan.
      Cara mudahnya, kakak perhatikan dahulu gaya belajar anak. Kemudian, baru kakak perhatikan 10 prinsip tersebut. Prinsip adalah suatu acuan. Jadi, jika kakak belum bisa memenuhi 10 prinsip tersebut dalam pembuatan media, pilihlah diantara 10 prinsip mana yang tepat untuk digunakan pada media yang akan dibuat.

      Hapus
    2. Menurut sya membuat media pembelajaran yang memenuhi prinsip prinsip tersebut bukan lah hal yang sulit tetapi butuh niat yang tinggi dari para pendidik tersendiri, karena semua media itu dapat menjadi efektif dan menyenangkann ketika semua materi dapat tersampaikan dengan baik kepada para peserta didik

      Hapus
  6. Melanjutkan pertanyaan kak nunung, menurut lia bagaimana caranya agar setiap pembelajaran guru mampu menyiapkan multimedia pembelajaran dengan waktu guru yang terbatas (saat ini untuk tingkat sma di tempat tinggal saya pulangnya jam 2 siang)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya kak uswa.
      Menurut saya ketika kita guru membuat multimedia pembelajaran, sebaiknya guru membuat media sebelum mengajar. Tepatnya sewaktu libur semester guru sudah mempersiapkan RPP. Jadi, jangan membuat media sehari sebelum mengajar. Karena bisa membuat guru kerepotan.
      Buatlah jauh-jauh hari kak, sehingga tidak menjadi beban bagi guru.

      Hapus
  7. Melanjutkan pertanyaan kak nunung, menurut lia bagaimana caranya agar setiap pembelajaran guru mampu menyiapkan multimedia pembelajaran dengan waktu guru yang terbatas (saat ini untuk tingkat sma di tempat tinggal saya pulangnya jam 2 siang)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju sama kak khuswatun hasanah dimana guru itu waktunya sangat terbatas dalam mempersiapkan media.

      Hapus
    2. Terimakasih atas pertanyaannya kak uswa.
      Menurut saya ketika kita guru membuat multimedia pembelajaran, sebaiknya guru membuat media sebelum mengajar. Tepatnya sewaktu libur semester guru sudah mempersiapkan RPP. Jadi, jangan membuat media sehari sebelum mengajar. Karena bisa membuat guru kerepotan.
      Buatlah jauh-jauh hari kak, sehingga tidak menjadi beban bagi guru.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  8. menurut lia, agar media yang kita buat membantu proses belajar mengajar yang efektif aspek apa saja yang harus kita perhatikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin menjawab..mnurut sya ada 10 prinsip yg hrus diperhatikan dalam mengembangkan multimedia sbgmna yg telah dipaparkan di atas..😊🙏

      Hapus
    2. Terimaksih atas pertanyaannya kak suci.
      Ya, saja setuju dengan pendapat necylia.
      Dalam pembuatan media pembelajaran memang seharusnya kita perhatikan 10 prinsip tersebut.
      Tetapi jika lebih efektifnya, kakak lihat dahulu gaya belajar anak. Setelah itu kakak buat media pembelajaran sesuai dengan prinsip tersebut.

      Hapus
  9. menurut lia media apa saja yang efektif yang bisa diterapkan ketika kita menerapkan pembelajaran di sekolah yang sangat terbatas fasilitas nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih atas pertanyaannya kak lulu.
      Menurut saya, media yang efektif untuk diterapkan ialah media yang bisa digunakan oleh guru maupun oleh siswa.
      Walaupun fasilitas disekolah belum memadai, misalnya di sekolah belum ada infocus, bisa guru menggunakan media audio yaitu suara guru yang dijalankan menggunakan soundsistem diiringi dengan penjelasan langsung.
      Atau media berupa alat peraga.
      Jadi, walaupun fasilitas terbatas, tetapi guru bisa berinovasi menggunakan media yang lainnya.

      Hapus
  10. lia ... saya mau tanya nih.....
    proses pembelajaran menggunakan media ICT dan TIK itu sangan efisien...berdasarkan penelitian ...
    tapi ..yang jadi masalah nih,,,
    di daerah-daerah terpencil.. ada sebagian anak kalau di ajarkan menggunakan ICT mereka malah ga connect ??
    ini bagaimana solusinya ??
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih pertanyaannya eka.
      Menurut saya, agar siswa lebih fokus dalam belajar, gunakanlah media pembelajaran sesuai gaya belajar siswa.
      Sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar.
      Dan buatlah media yang menarik tetapi tetap memperhatikan inti materi yang diajarkan.

      Hapus
  11. Liya, berdasarkan teori diatas, bahwa media itu terbagi menjadi 2, yaitu media tradisional dan media ict. Dan sekarang media tradisional sudah mulai ditinggalkan, karena banyak orang yg sudah menggunakan media berbasis ict. Seperti misalnya penggunaan buku teks, diganti menjadi ebook. Bagaimana pendapat liya, apakah liya setuju jika dalam proses pembelajaran buku fisik dihilangkan dan diganti dengan ebook?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya octa.
      Kalau saya tidak setuju apabila buku fisik dihilangkan. Karena ada beberapa orang yang lebih menyukai buku fisik daripada ebook termasuk saya. Dan jika si pembaca selalu menggunakan ebook yang terlalu lama maka akan berpengaruh kepada kesehatan. Yaitu adanya radiasi ataupun mata jadi cepat lelah.
      Tetapi adapula keuntungan dari ebook yaitu bisa dibawa kemana-mana dan ringan dalam membawa. Sebaiknya buku fisik dan ebook harus saling berdampingan dan jangan dihilangkan.

      Hapus
  12. Dan berdasarkan tabel diatas, kemampuan daya ingat verbal lebih tinggi dari pada audio. Faktor apa yg menyebabkan persentase verbal lebih tinggi daripada audio?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih atas pertanyaannya octa.
      Menurut yang saya baca, kenapa persentase verbal lebih tinggi daripada audio yaitu karena channel verbal berupa teks dan suara.
      Jadi siswa lebih mudah mengingat karena ada teks yang dibaca sendiri dan ada suara yang dijelaskan oleh guru.
      Sedangkan audio hanya suara saja yang didengar tanpa melihat.

      Hapus
  13. izin bertanya. kk bagaimanakah menyeimbangkan penggunaan media berbasis ict dan non ict? apakah media non ict sudah tidak diperlukan lagi pada saat ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin Menanggapi, Dalam penggunaan media yang tepat kita harus melihat materi yang akan di ajarkan, mana materi yang di rasa lebih mudah dengan menggunakan media ICT seperti materi himpunan, kita bisa membuat animasi yang menarik untuk menunjukkan pengertian himpuan dan materi bangun ruang yang dirasa cocok menggunakan media non ict, dengan membawa alat peraga sebagai bentuk konkrit seperti kubus, tabung dan sebagainya.

      Hapus
    2. Terimakasih atas pertanyaannya aulia.
      Saya setuju dengan pendapat kak suci.
      Dan menurut saya, guru harus membagi waktu kapan menggunakan ict dan kapan guru harus menjelaskan materi secara konvensional.
      Karena tidak semua siswa paham dengan penjelasan berbasis media ICT. Media iCT hanya sebagai membantu dan mempermudah kegiatan belajar.
      Alangkah baiknya bila penggunaan ICT disertai pula dengan pendekatan guru kepada siswa.

      Hapus
  14. izin bertanya, mohon solusinya jika pada suatu sekolah sarana dan prasarana tidak mendukung, kemudian gurunya tidak ada basic untuk ICT, kemudian siswanya tidak ada respon untuk penggunaan ICT. bagaimana solusinya agar pembelajaran bisa menggunakan ICT dan mencapai pembelajaran yang menyenangkan.

    BalasHapus
    Balasan

    1. Terimakasih atas pertanyaannya sutrimo.
      Menurut kakak, agar pembelajaran berbasis ICT bisa diterapkan yaitu
      1. harus ada niat dan usaha dalam menerapkan pembelajaran berbasis ICT.
      2. Sekolah harus menyediakan fasilitas komputer.
      3. Jika guru belum bisa membuat media ICT, guru bisa berdiskusi atau meminta bantuan kepada teman sejawat karena saat ini sudah ada komunitas MGMP perbidang studi. Guru bisa belajar dalam membuat media.
      4. Guru harus membuat media berbasis ICT semenarik mungkin sesuai dengan gaya belajar dan sesuai dengan kekurangan gaya belajar siswa.
      Dengan membuat media berdasarkan gaya belajar siswa, maka siswapun akan respon dalam belajar.

      Hapus
  15. lia izin bertanya<
    kebetulan saya sendiri mengalami seperti ini,
    begini lia,
    ada tuh peserta didik yang dalam pembelajaran matematika dia lebih paham diberikan catatan dan contoh soal langsung dan mempelajarinya sendiri,
    menurut lia peserta didik yang seperti itu lebih masuk ke gaya belajar yang seperti apa?

    BalasHapus
  16. Apa solusi nya jika siswa didalam kelas tersebut mempunyai tipe belajar (Audio, Visual, Kinestetik) nya rata -rata nya rendah?

    BalasHapus
  17. apa jadinya jika dari 10 prinsip tersebut salah satunya tidak terdapat dalam media yang kita buat?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini